🧵 SONGKET MELAYU SAMBAS
Songket Belah Ketupat
Belah ketupat adalah bentuk geometri yang muncul pada motif songket Melayu Sambas, antara lain pada motif Awan Berantai dan Bunga Rumput. Dalam ETNOSTATS-AR, proses menenun songket ini menjadi konteks pembelajaran statistika Level 1, yaitu pengantar statistika: jenis data, skala pengukuran, serta populasi dan sampel, dengan angka nyata dari penelitian di Desa Sumber Harapan, Sambas.
📖 Tentang Motif
Penelitian etnomatematika di Sumber Harapan menemukan konsep belah ketupat pada motif Awan Berantai dan Bunga Rumput (Panjaitan dkk., 2021). Belah ketupat adalah segi empat dengan keempat sisi sama panjang, dan kedua diagonalnya saling tegak lurus.
📍 Asal Daerah
Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Penenun di Desa Sumber Harapan merancang motif pada kertas berpetak lalu menenunnya dengan alat tradisional (Panjaitan dkk., 2021).
📊 Songket dan Etnostatistik
Menenun penuh dengan angka: menghitung, mengukur, dan merancang. Angka-angka itu dapat digolongkan menurut jenis data dan skala pengukurannya, yang menjadi dasar semua pembelajaran statistika.
📚 Songket dan Jenis Data
Sebelum menghitung, statistika bertanya: data apa yang kita punya? Jawabannya menentukan analisis yang boleh dipakai.
🧵 Konteks Pembelajaran
Seluruh angka di halaman ini berasal dari jurnal (Panjaitan dkk., 2021; Purnama dkk., 2020; Sari dkk.), bukan simulasi. Panjaitan dkk. mencatat bahwa penenun melakukan lima aktivitas matematis: menghitung, mengukur, merancang, menentukan lokasi, dan menjelaskan. Dua di antaranya, menghitung dan mengukur, menghasilkan data yang kita golongkan di bawah.
✔ DATA DARI JURNAL📋 Variabel pada Proses Menenun
Setiap variabel digolongkan menjadi data kualitatif atau kuantitatif, lalu ditentukan skala pengukurannya.
| Variabel | Nilai | Jenis Data | Skala |
|---|---|---|---|
| Banyak kain yang ditenun sekaligus | 10 kain | Kuantitatif diskret | Rasio |
| Panjang satu kain | ± 2 m | Kuantitatif kontinu | Rasio |
| Lebar satu kain | ± 1,2 m (120 cm) | Kuantitatif kontinu | Rasio |
| Banyak lup pada sisir tenun | 40 lup | Kuantitatif diskret | Rasio |
| Lebar satu lup (120 cm / 40) | ± 3 cm | Kuantitatif kontinu | Rasio |
| Banyak benang tiap persilangan kotak rancangan | 2 benang | Kuantitatif diskret | Rasio |
| Nama motif yang memuat bentuk belah ketupat | Awan Berantai; Bunga Rumput | Kualitatif (kategori) | Nominal |
| Desa tempat penenun diteliti | Sumber Harapan | Kualitatif (kategori) | Nominal |
Sumber nilai: Panjaitan dkk. (2021). Lebar satu lup dihitung dari 120 cm / 40 lup, dan jenis serta skala data adalah klasifikasi kami.
🧮 Ringkasan Klasifikasi
Hasil penggolongan 8 variabel pada tabel di atas.
📝 Ciri Tiap Jenis Data
- Diskret: hasil menghitung, berupa bilangan bulat. Contoh: 10 kain, 40 lup, 2 benang.
- Kontinu: hasil mengukur, dapat bernilai pecahan. Contoh: panjang kain 2 m, lebar 1,2 m, lup 3 cm.
- Skala rasio: memiliki nol mutlak sehingga perbandingan bermakna. Kain sepanjang 2 m dua kali lebih panjang dari 1 m.
- Skala nominal: hanya nama kategori tanpa urutan. Awan Berantai tidak "lebih besar" dari Bunga Rumput.
📏 Benang Lungsin untuk 10 Kain
Penenun menyiapkan benang lungsin sepanjang 20 m (10 kain × 2 m), ditambah sekitar 3 m untuk cadangan susut (Panjaitan dkk., 2021).
Cadangan susut = 3 / 23 = 13,0% dari total benang yang disiapkan.
👥 Populasi dan Sampel
Peneliti hampir tidak pernah mengamati semua anggota populasi. Mereka mengamati sampel, lalu menarik kesimpulan.
| Istilah | Contoh pada Songket Sambas | Sumber |
|---|---|---|
| Populasi (ilustrasi) | 280 penenun di Desa Sumber Harapan | Sari dkk. |
| Sampel (ilustrasi) | 4 informan penenun, dipilih dengan snowball sampling | Purnama dkk. (2020) |
| Proporsi sampel (ilustrasi) | 4 / 280 = 1,4% | Perhitungan |
| Metode | Wawancara, observasi, dokumentasi | Panjaitan dkk. (2021) |
Kedua angka berasal dari dua penelitian berbeda di desa yang sama, sehingga pasangan "populasi dan sampel" di atas hanyalah ilustrasi pembelajaran.
📚 Interpretasi Statistik
Analisis sederhana berdasarkan data yang dilaporkan jurnal.
🧵 Hasil Interpretasi
Dari 8 variabel, 6 berupa data kuantitatif (hasil menghitung atau mengukur) dan 2 berupa data kualitatif (nama motif dan desa). Semua data kuantitatif berskala rasio, sehingga operasi seperti rata-rata dan perbandingan bermakna. Data kualitatif hanya boleh dihitung frekuensinya.
Jenis dan skala data menentukan analisis berikutnya: diagram batang atau lingkaran untuk kategori (Level 2), rata-rata dan median untuk data rasio (Level 3), dan seterusnya.
Ilustrasi populasi dan sampel menunjukkan bahwa sampel 4 informan hanya sekitar 1,4% dari 280 penenun. Hasil dari sampel sekecil itu dan dipilih tidak acak tidak dapat digeneralisasi ke semua penenun, tetapi cukup untuk penelitian kualitatif yang mencari pemahaman mendalam.
🎓 Aktivitas Peserta Didik
- Golongkan variabel berikut: banyak benang pada satu persilangan kotak, warna benang, tinggi penenun.
- Mengapa lebar kain 1,2 m termasuk data kontinu sedangkan 40 lup termasuk diskret?
- Hitung panjang benang lungsin jika menenun 6 kain dengan cadangan 3 m.
- Bila ingin mengetahui rata-rata waktu menenun semua penenun Sambas, siapa populasi dan bagaimana sebaiknya sampel dipilih?
🧺 Koleksi Kerajinan Lainnya
Jelajahi kerajinan tradisional Kalimantan Barat lain yang sudah menjadi media pembelajaran statistika di ETNOSTATS-AR.
🧺 Bidai Dayak
Tikar anyaman rotan Dayak Bidayuh.
💎 Manik Dayak
Manik pada pakaian adat dan upacara.
🌿 Anyaman & Ikat Dayak
Motif tenun ikat Dayak Kapuas Hulu.
🧵 Alat Tenun Sambas
Alat tenun kayu Melayu Sambas.
🌊 Corak Insang Pontianak
Motif tenun insang ikan khas Pontianak.
⭐ Songket Tabur Bintang
Corak songket Melayu Sambas.
🍈 Songket Tampuk Manggis
Motif songket Melayu Sambas.
🔎 Sumber dan Catatan Data
📚 Rujukan
Panjaitan, S., Hartoyo, A., & Fitriawan, D. (2021). Eksplorasi Etnomatematika Kain Tenun Songket Suku Melayu Sambas. Jurnal AlphaEuclidEdu, 2(1). doi.org/10.26418/ja.v2i1.47890
Purnama, R., Utami, C., & Prihatiningtyas, N. C. (2020). Eksplorasi Etnomatematika dalam Motif Tenun Kain Lunggi Sambas Kalimantan Barat dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Variabel, 3(1), 36–48. journal.stkipsingkawang.ac.id
Sari, R. K., Fauziyah, N., Nuriza, R., & Puspa, E. (tanpa tahun). Strategi Peningkatan dan Pengembangan Keterampilan Produksi dan Pemasaran Pengrajin Tenun Sambas Kalimantan Barat. pascasarjanafe.untan.ac.id
Catatan: (1) Kami tidak menemukan sumber resmi pemerintah yang memuat data motif Belah Ketupat. Sumber di atas adalah artikel jurnal. (2) Panjaitan dkk. memakai satuan "mililiter" untuk petak rancangan dan menulis "±" pada ukuran kain, sehingga ukuran di halaman ini bersifat perkiraan penenun, bukan hasil ukur standar. (3) Versi halaman sebelumnya menyajikan "produksi 90 unit, 20%, 2 daerah sebaran, popularitas 4,5" dan pie 90 dari 450 sebagai simulasi tanpa sumber, serta makna filosofis tanpa rujukan; semuanya dihapus karena tidak ditemukan literaturnya. (4) Jurnal EurekaMatika dan Notarius yang kami periksa tidak menyebut "belah ketupat", sehingga motif ini dikaitkan hanya dengan Awan Berantai dan Bunga Rumput menurut Panjaitan dkk. (5) Pastikan foto songket belah ketupat sambas.jpg memperlihatkan motif yang dimaksud.