Monih merupakan tradisi memasukkan benih padi ke dalam lubang tanam yang telah dibuat menggunakan tugal. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam proses penanaman padi ladang masyarakat di Kabupaten Ketapang.
Monih adalah kegiatan memasukkan benih padi ke dalam lubang tanam yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Tradisi ini dilakukan setelah proses Manugal dan menjadi awal pertumbuhan tanaman padi di ladang.
Di Kabupaten Ketapang, kegiatan menanam benih padi dikenal dengan istilah Monih. Walaupun memiliki nama yang berbeda dengan daerah lain di Kalimantan Barat, aktivitas yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu menanam benih padi.
Masyarakat biasanya memasukkan benih padi secukupnya ke setiap lubang tanam. Benih tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan tidak saling berebut unsur hara.
Dalam tradisi Monih, setiap lubang tanam biasanya diisi sekitar 7 hingga 10 benih padi. Data berikut digunakan untuk mempelajari estimasi kebutuhan benih.
| Jumlah Lubang | Benih per Lubang | Total Benih |
|---|---|---|
| 100 | 7 | 700 |
| 100 | 8 | 800 |
| 100 | 9 | 900 |
| 100 | 10 | 1000 |
Estimasi digunakan untuk memperkirakan jumlah benih yang diperlukan sebelum proses penanaman dilakukan. Dengan mengetahui jumlah lubang tanam dan perkiraan benih per lubang, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan benih secara lebih baik.
Jika setiap lubang diisi sebanyak
7 benih padi, maka untuk 100 lubang
dibutuhkan sekitar:
700 Benih
Jumlah ini merupakan estimasi minimum
yang biasa digunakan masyarakat.
Jika setiap lubang diisi sekitar
8–9 benih padi, maka kebutuhan benih
berkisar antara:
800–900 Benih
Jumlah ini sering digunakan karena
masih memberikan ruang tumbuh yang baik
bagi tanaman padi.
Jika setiap lubang diisi sebanyak
10 benih padi, maka untuk 100 lubang
dibutuhkan sekitar:
1000 Benih
Jumlah ini merupakan batas atas dalam
contoh estimasi kebutuhan benih.
Diagram berikut menunjukkan hubungan antara jumlah benih per lubang dengan total benih yang dibutuhkan untuk 100 lubang tanam.
Tradisi Monih menunjukkan bahwa masyarakat telah menerapkan konsep perencanaan secara sederhana dalam kegiatan pertanian. Sebelum menanam, masyarakat memperkirakan jumlah benih yang diperlukan agar proses penanaman dapat berjalan dengan baik. Melalui pendekatan etnostatistika, peserta didik dapat memahami konsep estimasi dan perhitungan kebutuhan berdasarkan budaya lokal.
Data menunjukkan bahwa semakin banyak benih yang dimasukkan ke setiap lubang, semakin besar pula jumlah benih yang harus dipersiapkan. Konsep estimasi membantu masyarakat merencanakan kebutuhan benih sebelum proses penanaman dilakukan sehingga pekerjaan menjadi lebih teratur dan efisien. Melalui budaya Monih, peserta didik dapat mempelajari penerapan estimasi dalam kehidupan sehari-hari.
Scan marker Monih menggunakan
ETNOSTATS-AR untuk mempelajari tradisi
penanaman benih padi masyarakat Ketapang
dan konsep statistika berbasis budaya
Kalimantan Barat.
Materi yang dapat dipelajari:
✅ Estimasi Data
✅ Perencanaan Benih
✅ Perkiraan Kebutuhan
✅ Interpretasi Data
✅ Etnostatistika Berbasis Budaya
Tradisi Monih menunjukkan bahwa masyarakat
secara turun-temurun telah menerapkan
perencanaan kebutuhan benih sebelum proses
penanaman dilakukan.