๐พ AKTIVITAS SOSIAL KALIMANTAN BARAT
Manungkan Dayak Taman
Manungkan adalah tahap memasukkan benih padi ke lubang tanam yang dibuat lewat Nugal. Berapa butir benih yang dimasukkan ke tiap lubang? Dalam ETNOSTATS-AR, pertanyaan itu dipakai sebagai konteks belajar uji t satu sampel: apakah rata-rata benih per lubang berbeda dari nilai acuan?
๐ Tentang Manungkan
Menurut Rahmi dkk. (2018), Nugal adalah menanam padi dengan membuat lubang kecil di tanah memakai kayu runcing bernama tugal, lalu benih dimasukkan ke dalam lubang. Jarak antarlubang diukur dengan panjang telapak kaki orang dewasa, sekitar 25 cm. Istilah Manungkan dipakai ETNOSTATS-AR untuk tahap memasukkan benih itu.
๐ Asal Tradisi
Berladang padi dilakukan turun-temurun oleh Dayak Taman di Kapuas Hulu. Rahmi dkk. (2018) menyebutnya bukan hanya mata pencaharian, tetapi juga bentuk apresiasi budaya dan pengikat antarwarga. Goretti dkk. (2023) mencatat bertani dengan ladang berpindah sebagai mata pencaharian pokok di Desa Melapi 1.
๐ Manungkan dan Etnostatistik
Jumlah benih per lubang bisa dicatat dari sampel lubang. Pertanyaannya: apakah rata-ratanya berbeda dari nilai acuan yang dilaporkan sumber lain? Itulah uji t satu sampel.
๐ Benih per Lubang dan Uji t Satu Sampel
Materi Level 10: membandingkan rata-rata sampel dengan nilai acuan.
๐พ Nilai Acuan Asli, Sampel Simulasi
Tidak ditemukan publikasi yang melaporkan jumlah benih per lubang pada Manungkan Dayak Taman. Halaman ini memakai nilai acuan dari penelitian di komunitas lain, yaitu 4 sampai 6 butir per lubang, dan sampel simulasi berisi 10 lubang. Data sampel adalah simulasi untuk latihan, bukan hasil pencacahan. Nilai acuan 5 butir adalah titik tengah kisaran 4 sampai 6 yang kami pilih sendiri, bukan rata-rata yang dilaporkan sumber.
๐ Data dari Sumber
Keterangan yang dilaporkan sumber.
| Keterangan | Nilai Dilaporkan | Sumber |
|---|---|---|
| Jarak antarlubang pada Nugal Dayak Taman | ยฑ25 cm (panjang telapak kaki orang dewasa) | Rahmi dkk., 2018 |
| Kebutuhan benih Nugal Dayak Taman | 1 hektar: 5 kulak (12,5 kg); 2 hektar: 10 kulak | Rahmi dkk., 2018 |
| Satuan kulak | 1 kulak = 2,5 kg beras atau 1,8 kg padi | Rahmi dkk., 2018 |
| Butir padi per lubang pada tugal Urang Bukit, Kalimantan Selatan | 4 sampai 6 butir (sampel 140 dari 219 petani) | Penelitian budidaya padi Urang Bukit (ULM) |
| Kebutuhan benih menurut bibit per lubang (padi sawah, pindah tanam) | 1-2 bibit: 15-20 kg/ha; 2-3 bibit: 20-25 kg/ha | Wibawa & Sugandi (BPTP Bengkulu, Kementan) |
| Jumlah benih per lubang pada Manungkan Dayak Taman | Tidak ditemukan | โ |
Pada Rahmi dkk., 5 kulak ditulis 12,5 kg (dihitung 2,5 kg per kulak), padahal benih berupa padi (gabah, 1,8 kg per kulak) sehingga hasilnya 9 kg. Ketidakkonsistenan ini dicatat apa adanya. Komunitas, lahan, dan teknik tanam pada tiga sumber ini berbeda-beda.
๐ Data Simulasi Benih per Lubang
Sampel contoh: 10 lubang tanam (n = 10). Ini bukan hasil pencacahan.
| Benih per Lubang (x) | Frekuensi (f) | x ยท f | x โ xฬ | f ยท (x โ xฬ)ยฒ |
|---|---|---|---|---|
| 4 | 1 | 4 | โ1,8 | 3,24 |
| 5 | 3 | 15 | โ0,8 | 1,92 |
| 6 | 3 | 18 | 0,2 | 0,12 |
| 7 | 3 | 21 | 1,2 | 4,32 |
| Jumlah | 10 | 58 | โ | 9,6 |
๐ Konsep Uji t Satu Sampel
Urutan halaman ini mengikuti delapan materi inti Level 10.
- 1 Pengertian
- 2 Uji Z vs uji t
- 3 Rata-rata sampel
- 4 Simpangan baku sampel
- 5 Derajat kebebasan
- 6 Hipotesis
- 7 t hitung dan t tabel
- 8 Keputusan
1. Pengertian
Uji t satu sampel menguji apakah rata-rata suatu sampel berbeda dari nilai pembanding ฮผ0, ketika simpangan baku populasi tidak diketahui sehingga diganti simpangan baku sampel s. Di halaman ini: apakah rata-rata benih per lubang berbeda dari 5 butir?
3 dan 4. Rata-rata dan Simpangan Baku Sampel
xฬ = ฮฃx / n dan s = โ[ ฮฃ(x โ xฬ)ยฒ / (n โ 1) ]. Pembagi n โ 1 dipakai karena data adalah sampel. Hasilnya dihitung pada bagian "Hasil Perhitungan" di bawah.
5. Derajat Kebebasan
db = n โ 1. Pada sampel 10 lubang, db = 10 โ 1 = 9. Derajat kebebasan menentukan bentuk distribusi t dan nilai t kritis yang dipakai.
6. Hipotesis (dua arah)
H0: ฮผ = ฮผ0, yaitu ฮผ = 5.
H1: ฮผ โ ฮผ0, yaitu ฮผ โ 5.
Taraf signifikansi yang dipakai ฮฑ = 0,05.
7 dan 8. t Hitung, t Tabel, dan Keputusan
t = (xฬ โ ฮผ0) / (s / โn). Bandingkan |t hitung| dengan t tabel (t kritis). Jika |t hitung| > t tabel, atau nilai p < ฮฑ, tolak H0. Jika tidak, gagal menolak H0.
โ ๏ธ Asumsi dan Batas
Uji t mengandaikan pengamatan saling bebas dan data kira-kira berdistribusi normal. Dengan n = 10 dan data cacah, asumsi itu sulit dipastikan. Hasil uji juga bergantung pada nilai acuan yang dipilih.
โ๏ธ 2. Uji Z vs Uji t
Keduanya menguji rata-rata terhadap nilai pembanding. Bedanya ada pada simpangan baku yang dipakai.
| Aspek | Uji Z satu sampel (Level 8) | Uji t satu sampel (Level 10) |
|---|---|---|
| Simpangan baku | ฯ populasi diketahui | ฯ tidak diketahui, diganti s sampel |
| Statistik uji | Z = (xฬ โ ฮผ0) / (ฯ / โn) | t = (xฬ โ ฮผ0) / (s / โn) |
| Distribusi acuan | Normal baku | Distribusi t dengan db = n โ 1 |
| Nilai kritis (ฮฑ = 0,05, dua arah) | Z tabel: ยฑ1,96 | t tabel: bergantung db (db = 9: ยฑ2,262) |
| Pada halaman ini | Tidak dipakai: ฯ benih per lubang Dayak Taman tidak diketahui | Dipakai |
Uji Z umumnya dipakai ketika ฯ populasi diketahui. Ukuran sampel yang besar saja tidak otomatis membuat uji Z menjadi pilihan yang tepat.
๐งฎ Hasil Perhitungan
Dari data simulasi (n = 10), dengan ฮผ0 = 5, db = 9.
๐ Langkah dan Keputusan
sยฒ = 9,6 / 9 โ 1,067 dan s = โ1,067 โ 1,033. Galat baku = s / โ10 โ 0,327. Maka t = (5,8 โ 5) / 0,327 โ 2,45. Pada db = 9 dan ฮฑ = 0,05 (dua arah), t kritis โ 2,262. Karena 2,45 > 2,262 (p โ 0,037 < 0,05), H0 ditolak. Selang kepercayaan 95% untuk ฮผ adalah 5,06 sampai 6,54 butir per lubang, dan nilai 5 berada tepat di luarnya.
Di skenario ini, rata-rata sampel simulasi berbeda nyata dari nilai acuan 5 butir, tetapi hanya tipis. Ubah ฮผ0 pada kalkulator di bawah dan lihat keputusannya berubah.
๐ t Hitung vs t Tabel
Nilai t kritis dua arah untuk db = 9.
| Taraf signifikansi ฮฑ (dua arah) | t tabel (db = 9) | t hitung | Keputusan |
|---|---|---|---|
| 0,10 | ยฑ1,833 | 2,449 | Tolak H0 |
| 0,05 | ยฑ2,262 | 2,449 | Tolak H0 |
| 0,01 | ยฑ3,250 | 2,449 | Gagal menolak H0 |
Nilai t tabel dihitung dari distribusi t, sama dengan tabel t baku. Dengan p โ 0,037, keputusan pada ฮฑ = 0,05 sama dengan pembandingan t hitung dengan t tabel.
๐งช Kalkulator Uji t
Pilih nilai acuan dan taraf signifikansi. Data sampel tetap data simulasi di atas.
Masukkan nilai uji
๐ Diagram Frekuensi dan Nilai Acuan
Garis emas menandai rata-rata sampel, dan garis biru putus-putus menandai nilai acuan ฮผ0.
๐ก Interpretasi Data
๐ Temuan Pembelajaran
Dengan ฮผ0 = 5, sampel simulasi menghasilkan p โ 0,037, jadi H0 ditolak pada ฮฑ = 0,05 tetapi tidak pada ฮฑ = 0,01. Keputusannya sangat peka terhadap pilihan ฮฑ dan ฮผ0: jika ฮผ0 = 6, rata-rata sampel (5,8) tidak berbeda nyata. Itu menunjukkan bahwa uji ini menjawab pertanyaan sempit, bukan menyatakan berapa benih yang benar.
Sebagai gambaran estimasi, 250 lubang dengan selang kepercayaan di atas memerlukan sekitar 1265 sampai 1.635 butir benih. Ini hitungan dari data simulasi, bukan kebutuhan benih sebenarnya. Nilai acuan juga berasal dari komunitas lain (Urang Bukit), sehingga tidak boleh dianggap standar Dayak Taman.
๐ญ Aktivitas Sosial Lainnya
12 aktivitas sosial lain dalam koleksi ETNOSTATS-AR.
๐ Sumber dan Catatan Data
๐ Rujukan
Rahmi, D. N., Hartoyo, A., & Bistari. (2018). Konsep matematika sekolah dalam kegiatan berladang suku Dayak Taman Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 7(7). Universitas Tanjungpura. jurnal.untan.ac.id
Karakteristik budidaya padi Urang Bukit Desa Cabai Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Jurnal Pendidikan Geografi, Universitas Lambung Mangkurat. ppjp.ulm.ac.id. Ringkasan sampel (140 dari 219 petani): repo-dosen.ulm.ac.id
Wibawa, W., & Sugandi, D. Pola pembentukan anakan padi dari berbagai varietas dan jumlah bibit per lubang pada lahan suboptimal di Provinsi Bengkulu. Prosiding seminar nasional, BPTP Bengkulu, Kementerian Pertanian (tahun terbit tidak tercantum). repository.pertanian.go.id
Goretti, M. K. S., Eviliyanto, & Bayuardi, G. (2023). Ladang berpindah sebagai kearifan lokal masyarakat suku Dayak Taman Desa Melapi 1 Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Geo Khatulistiwa, 3(1). jurnal.fipps.ikippgriptk.ac.id
Catatan: dari sumber hanya jarak lubang, kebutuhan benih per hektar, satuan kulak, dan nilai acuan 4 sampai 6 butir. Tabel sampel 10 lubang, rata-rata, simpangan baku, statistik t, nilai p, selang kepercayaan, dan estimasi benih adalah data simulasi untuk pembelajaran, bukan temuan penelitian, dan tidak boleh dikutip sebagai data empiris. Nilai acuan 5 butir adalah titik tengah kisaran yang dipilih penyusun halaman. Istilah Manungkan berasal dari materi awal ETNOSTATS-AR, sedangkan Rahmi dkk. menjelaskan Nugal.











